Sukoharjo, Mei 2025. Pemerintah Desa Sukoharjo menyelenggarakan pentas budaya ketoprak “SUKO BUDHOYO” dengan lakon “Minak Jinggo Nagih Janji, Damar Wulan Ngratu”, di lapangan volley desa Sukoharjo, Selasa (6/5/2025) malam.
Pentas budaya ketoprak tersebut digelar dalam rangka memeriahkan tasyakuran sedekah bumi desa Sukoharjo tahun 2025. Ini adalah pementasan yang kedua setelah pada tahun 2023 juga menggelar pentas ketoprak dalam momen yang sama yaitu sedekah bumi.
Menurut Kepala Desa Sukoharjo, Lilik Harijanto, dipilihnya pementasan seni tradisi yakni ketoprak untuk menunjukkan bahwa para warga desa Sukoharjo khususnya Pemdes Sukoharjo peduli dengan budaya dan seni tradisi.
“Nguri-nguri (merawat) seni budaya tradisional adalah tanggung jawab bersama, termasuk Pemerintah Desa. Kami bukan hanya melayani warga tetapi juga mencoba beraksi secara langsung membuat pementasan seni tradisi. Bahkan sejumlah Perangkat Desa turut ambil peran sebagai pemain dalam pentas ini,” katanya.
Tak hanya Perangkat Desa yang memainkan peran tokoh dalam pementasan ketoprak ini. Melainkan juga dari kalangan lembaga desa, tokoh masyarakat, Ketua RT, karang taruna.
Hadir dalam pementasan ketoprak tersebut, Camat Rembang beserta keluarga, Danramil Rembang, staff kecamatan, babinsa dan babinkamtibmas.
Menanggapi acara tersebut, Camat Rembang H. Abdur Rouf, S.STP MSi, mengapresiasi Pemdes Sukoharjo yang memilih pentas seni ketoprak dalam memperingati sedekah bumi tahun 2025 ini.
Menurutnya, seni budaya memang seharusnya dilestarikan. Karena melestarikan seni budaya daerah berarti turut mendukung pengembangan kesenian dan kebudayaan Negara dan Bangsa Indonesia.
“Bahkan kesenian ketoprak ini juga bisa digunakan sebagai edukasi, yaitu sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat,” ujarnya.
“Apalagi para pemainnya dari perangkat desa, Lembaga desa, tokoh masyarakat. Sangat jarang desa yang bisa seperti ini. Semoga acara seperti ini bisa di tiru oleh desa-desa yang lain.” tandas Camat Rembang.
Pementasan Ketoprak itu sendiri dimulai pukul 20.00 dengan di awali oleh tari gambyong yang dilakoni oleh remaja-remaja desa Sukoharjo, dengan pelatih juga pemuda desa dukuh Jarakan desa Sukoharjo yang kebetulan sedang kuliah di jurusan seni. Warga sangat antusias menonton pertunjukan sampai akhir, karena para pemainnya adalah warga, saudara dan tetangga mereka sendiri. Dan pergelaran seni ketoprak “SUKO BUDHOYO” selesai pada pukul 01.00 WIB.
https://www.youtube.com/watch?v=Hi0xNJcoKeU&t=14768shttps://www.youtube.com/watch?v=Hi0xNJcoKeU&t=14768s